Search This Blog

Wednesday, December 10, 2014

Blog Makanan di Selangor - Blog Makanan di Selangor

Blog <b>Makanan</b> di <b>Selangor</b> - Blog Makanan di Selangor


Blog <b>Makanan</b> di <b>Selangor</b>

Posted: 02 Dec 2014 11:35 PM PST

Selama ini perjalanan kami ke Malaysia selalu didominasi oleh penelusuran tentang seluk beluk kehidupan metropolitan di Kuala Lumpur. Tanpa sengaja, ternyata Anda sudah sering keluar masuk "negeri" lain, yaitu Selangor. Namun kita tetap merasa masih di KL saja dan jarang mengingat Selangor. Padahal Selangor memiliki unsur-unsur kepariwisataan sendiri yang tidak kalah menarik dengan ibu kota negara itu. Bedanya, bila KL dikenal sebagai kota perdagangan, maka Selangor memposisikan diri sebagai kota industri. Termasuk industri kerajinan tangan (kraf) yang tetap dipertahankan untuk melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkaya warna kepariwisataan di negeri ini.

Bila boleh diumpamakan, hubungan Selangor dengan Kuala Lumpur adalah ibarat Deli Serdang yang mengelilingi Kota Medan. Secara guyon, orang Selangor mengatakan bahwa Kuala Lumpur hanyalah kota yang menumpang di Selangor. Memang, Bandara KLIA, distrik pemerintahan pusat yang baru Putrajaya dan sirkuit internasional Sepang semuanya berada di wilayah Selangor. Bahkan untuk mendapatkan izin Sultan Selangor, pembangunan Putrajaya telah dilakukan dengan satu syarat, bahwa pemerintah serikat bersedia membangun satu istana sultan di jantung kota itu.

Dari tanggal 2-4 September 2013 lalu, kami diundang oleh Tourism Negeri Selangor untuk melakukan eksplorasi industri kraf di berbagai tempat di negeri itu. Kegiatan ini disebut dengan "Kembara Kraf Negeri Selangor 2013", sebuah program annual yang telah dimulai setahun sebelumnya. Mereka menilai bahwa industri ringan (rumahan) perlu mendapat promosi yang sepadan untuk menjadikan hasil-hasil kebudayaan masyarakat dapat eksis di tengah industri berat yang sudah mapan. Oleh sebab itu, industri kraf telah disokong oleh berbagai dinas, seperti dinas pertanian, dinas pariwisata dan dinas perdagangan.

Berbeda dengan kawasan industri berat yang umumnya berpusat pada suatu kompleks industri, kekayaan industri kraf di Selangor tinggal terpencar-pencar di rumah-rumah penduduk atau workshop yang berlokasi di desa-desa. Mereka berkembang sebagai tradisi dan warisan keluarga, dengan sifatnya yang sangat terikat dengan lingkungannya, karena lingkungan tertentu menyediakan bahan murah tertentu yang mereka perlukan. Karena itu, untuk mengunjungi tempat-tempat industri di Negeri Selangor yang luas, para peserta program ini harus melakukan perjalanan yang cukup jauh dari satu tempat ke tempat berikutnya. Itu pula yang menjadi asas penamaan kegiatan ini dengan "pengembaraan" (kembara).

Asramael Craft Enterprise

Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi Asramael Craft, yaitu industri kerajinan tangan ukiran ulu pedang yang dikelola oleh Encik Ismail B. Ahmad. Lokasinya berada di kawasan Taman Pendamaran Permai, Port Klang Selangor, Darul Ehsan. Di sini, kami diperlihatkan dengan keterampilan tradisional yang dimiliki Ismail dalam mengukir berbagai jenis kayu, kemudian dijadikan sebagai ulu (sarung) parang melayu.

Parang-Melayu

Beberapa jenis hulu pedang melayu dari kayu.

Ismail menciptakan motif-motif ulu parang melayu dengan memanfaatkan tradisi leluhurnya, dikombinasi dengan inovasinya sendiri sehingga membentuk aneka citarasa sarung pedang sebagai suvenir atau koleksi bagi yang meminatnya. Sebagian ulu pedang itu juga dapat digunakan secara fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.

Sarung-sarung pedang itu dibuat dari berbagai macam kayu lokal seperti kemuning, kayu arang, rengas, cendana, ru, kopi dan berbagai jenis lain. Konon, yang paling kuat dan mahal adalah kayu berlian dan kayu ciku. Ciri kayu-kayu yang bagus ini adalah motif alamiahnya yang cantik, kuat dan kasar teksturnya.

Cipta Edar Dho Sdn Bhd

rehal-1

Encik Zaimy memamerkan koleksi rehalnya.

Masih menggunakan bahan kayu, tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Cipta Edar Dho Sdn Bhd di Batu 13, Puchong. Kerajinan ini memanfaatkan kayu untuk menciptakan rehal, semacam meja kecil untuk tempat meletakkan Al-Quran. Aneka bentuk dan motif rehal ini dikerjakan oleh Encik Zaimy Darus. Bagi yang beragama Islam, tentulah barang ini tak asing lagi. Ketika seseorang membaca Al-Quran sambil duduk bersila di lantai, maka rehal diperlukan sebagai alas kitab suci tersebut.

Terkesan sepele, namun tidak bagi Encik Zaimy. Ia memproduksi 3.000 unit rehal per bulan. Pesanannya beredar hingga Amerika, Inggris, Australia dan Brunai.

Mahkota Songket

Pada hari kedua, perjalanan selanjutnya menuju Mahkota Songket yang beralamat di No. 60, Jalan Ragbi 13/30, Seksyen 13, 40100, Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Di sana, Puan Zaleena telah menunggu kami untuk memamerkan aneka songket selangor yang dikoleksinya. Ia tidak hanya menunjukkan tenunan songket yang telah jadi, tetapi juga menyediakan atraksi pembuatan songket secara langsung oleh para ahlinya.

songket

Seorang penenun mengerjakan songket di bengkel kerja terbuka milik usaha kerajinan Mahkota Songket.

Satu songket selangor bisa memakan waktu pembuatan hingga satu bulan lamanya. Biasanya songket ini dipakai oleh wanita Melayu pada acara-acara yang khusus, terutama bila ada hajatan tradisional. Bila dicermati, songket selangor masih memiliki motif yang berkaitan dengan songket palembang, di mana motif pucuk rebung dan flora mendominasi aksennya. Koleksi songket ini dikombinasi dengan pakaian laki-laki Melayu, yaitu teluk belanga.

Paulini Nusantara Sdn Bhd

Tidak kalah menarik adalah kunjungan ke Paulini Nusantara, sebuah usaha kerajinan perak yang dikelola oleh Puan Lini di No. 20 Jalan Penyair U 1/44, Tamasya Industrial Park, Shah Alam, Selangor. Di sini kita dapat menyaksikan koleksi perak dengan aneka disain yang sangat halus dan elegan. Di samping itu, Puan Lini juga menyediakan workshop yang dapat diakese langsung oleh para pengunjung sehingga proses pembuatan hiasan perak itu dapat dipelajari, mulai dari peleburan perak, pembuatan cetakan, hingga proses penghalusan.

paulini

Pengrajin di Paulini Nusantara menunjukkan kebolehannya kepada pengunjung.

Selain untuk perhiasan kalung, gelang, anting dan pin, Puan Lini juga mengkombinasikan kerajinan perak ini dengan berbagai keperluan yang berkaitan dengan tas tangan, topi, dompet, plakat, dan sebagainya.

paulini-1

Tentu saja, koleksi kerajinan tangan dari perak ini memberikan pilihan yang banyak untuk dijadikan sebagai hadiah bagi seseorang, karena selain bernilai hand made, produk mereka cocok dipakai untuk kepentingan fashion.

paulini-2

Perpaduan antara kain tenun dan aksesori perak.

Attitude Planet Art (APA)

Lokasinya cukup terpencil, yaitu di kawasan pedesaan, persisnya di Pusat Inkubator, Batu 18, Hulu Langat. Di sini kami menyaksikan Encik Fauzi AB. Majid mendemonstrasikan kebolehannya membuat aneka suvenir dan hiasan dengan menggunakan hasil-hasil pertanian yang tak lagi digunakan. Kerajinan ini memberikan kesempatan bagi para petani untuk memberikan nilai tambah kepada sisa hasil pertaniannya atau berbagai bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungannya.

apa

Dia bukan hanya menunjukkan kemampuannya, tapi juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk belajar langsung di tempat hingga bisa membuat satu benda untuk dibawa pulang oleh masing-masing. Ternyata hasil-hasil pertanian dapat dibuat menjadi aneka bentuk kerajinan sesuai imajinasi kita sendiri. Dan akhirnya sejumlah peserta mendapat buah tangan untuk dibawa pulang, dari hasil kerja tangan sendiri.

apa-1

Tapi yang paling tak mampu terlupakan adalah ketika tuan rumah menjamu kami dengan aneka sajian tradisional melayu, berhubung suasana Lebaran masih tersisa. Salah satu yang spesial adalah tempoyak (gulai yang terbuat dari durian), yang dimasak oleh seorang warga keturunan Jawa. Di desa ini memang terdapat pemukiman Jawa, Kerinci dan Mandailing. Mereka membawa tradisi masakannya ke Selangor dan diadopsi menjadi jajaran masakan tradisional mereka di sana.Pemerintah setempat pun membinanya dan dijadikan sebagai salah satu aspek pariwisata di bidang kuliner.

apa-2

Tempoyak, salah satu makanan tradisional yang sudah mulai langka. Perwujudannya berada di antara sayur dan lauk yang bahan utamanya terbuat dari durian.

Menyantap masakan-masakan lezat dan spicy ini, kami tidak dibenarkan memakai sendok. "Ini cara Melayu, cara orang kampung, jadi kita harus pakai tangan," ajak tuan rumah sambil menyilakan rombongan kami santap siang dan menutupnya dengan pesta makan buah tropis seperti langsat, rambutan, pisang, manggis, nenas, dan sebagainya.

apa-3

Encik Fauzi mendemonstrasikan pembuatan salah satu kerajinan berasaskan hasil pertanian kepada peserta Kembara Kraf Negeri Selangor 2013.

Ketemu Rezeki Maju

Perjalanan selanjutnya terasa cukup panjang. Kami memerlukan sekitar 5 jam untuk mencapai kawasan Sepang untuk melewati malam di Golden Palm Tree Resort, sebuah kawasan resort terpadu yang berlokasi di atas permukaan laut. Puas menikmati fasilitas bintang lima ini, keesokan harinya kami menuju industri rumah tangga milik Puan Hajjah Zarina. Dapur keripik milik Puan Hajjah Zarina tergolong sederhana saja, tapi mereka memproduksi keripik ubi yang sangat crispy dengan kemasan yang baik. Sebagian keripik ini diekspor ke luar negeri, termasuk ke Australia.

keripik

Seorang pekerja asal Jawa sedang mengupas ubi untuk selanjutnya diolah menjadi keripik.

Para pekerja di dapur keripik "Ketemu Rezeki Maju" ini kebanyakan perantau dari Jawa. Keterampilan membuat ubi telah mereka dapatkan sebelumnya di kampung halamannya, tapi dengan manajemen dan pengolahan yang lebih baik, mereka memilih bekerja di Malaysia. Ubi adalah bahan yang mudah tumbuh di Asia Tenggara dan dapat diolah menjadi berbagai macam kebutuhan yang bernilai tinggi. Selain menjadi bahan dasar pembuatan tepung tapioka, keripik ubi juga telah dikenal lama oleh masyarakat Melayu sebagai kudapan yang menyenangkan.

keripik-1

Pak Lang Ngah Kraf

Masih di kawasan Sepang, selepas makan siang yang hangat di Banghuris Homestay, Kampung Hulu Chucoh, kami tiba di Pak Lang Ngah Kraf. Pemiliknya adalah Pak Lang Ngah sendiri. Ia membuat kerajinan yang berbahan dasar kelapa, mulai dari pohon, bunga dan buahnya. Kebetulan workshop-nya memang tidak jauh dari lokasi pantai yang ditandai dengan banyaknya pohon kelapa.

ngah

Display produk kerajinan Pak Ngah.

Dari bagian-bagian pohon kelapa, Pak Ngah menciptakan benda-benda unik untuk berbagai keperluan, mulai dari dolanan anak hingga peralatan rumah tangga. Di antaranya adalah sarang lampu dari batok kelapa, sendok nasi, hiasan, helmet dan berbagai aksesoris.

ngah-1

Dengan berakhirnya kunjungan ke Pak Lang Ngah, maka berakhir pulalah program Kembara Kraf Selangor 2013.

ngah-2

Pak Ngah menunjukkan cara penggunaan lampu kelapa hasil buatannya.

Menurut Assistant Director di Selangor State Secretary Office, Puan Farah Liyana, program Kembara Kraf Selangor yang diadakan sebagai agenda tetap tahunan merupakan upaya terus menerus Pemerintah Negeri Selangor  untuk mempromosikan  industri-industri kerajinan yang masih mempertahankan ciri khas daerahnya. "Ini merupakan langkah untuk memberikan stimulasi kepada para pelaku kraf, khususnya yang masih berkaitan dengan tradisi lokal di Selangor Darul Ehsan. Kerajaan memberikan dukungan penuh kepada para pembuat kraf karena mereka juga dapat memberikan sentuhan yang berbeda kepada industri pariwisata. Dengan program ini, kami berharap tradisi kami dapat bertahan dan eksis di antara industri yang lain," kata Farah.

farah

Puan Farah Liyana memberikan keterangan pers mengenai program Pemerintah Selangor dalam upaya melindungi dan mempromosikan industri kraf berbasis budaya di Negeri Selangor Darul Ehsan.

Meskipun berdekatan dan berbatasan langsung hampir 360 derajat, Negeri Selangor memang menyimpan sumber daya alam yang berbeda dengan Kuala Lumpur. Selangor memiliki keunggulan sumber daya alam perkampungan di pedalaman dan pesisir, dan di setiap kawasan itu berkembang tradisi yang khas karena adaptasi penduduk dengan lingkungannya. Dan salah satu tradisi yang berkembang adalah kemampuan mereka untuk menciptakan kerajinan yang khas sesuai dengan ketersediaan bahan baku di sekitarnya.

Meskipun demikian, Shah Alam sebagai ibukota Selangor juga berkembang dengan arah budaya kotanya. Sejumlah tujuan wisata moderen tumbuh di berbagai sudut kota itu. Salah satu yang terbaru adalah kompleks I-City yang menyediakan aneka kegiatan, koleksi, permainan, museum dan taman yang menghibur keluarga di dalam satu kompleks terpadu.

Selamat datang di Selangor Darul Ehsan!

(Tikwan Raya Siregar)

Continue reading →

Makanan pelik di – Blog Makanan di Selangor - Blog Makanan di Selangor

<b>Makanan pelik di</b> – Blog Makanan <b>di Selangor</b> - Blog Makanan di Selangor


<b>Makanan pelik di</b> – Blog Makanan <b>di Selangor</b>

Posted: 17 Aug 2014 01:29 PM PDT

Pagi Ahad, 19 Januari. Hari kedua saya di Tawau. Dua panggilan Yang Dipertua PAS kawasan, Mohamad Husain, tidak sempat dijawab. Sejak awal pagi, kami agak terkejar-kejar membuat tinjauan ringkas, menyelongkar isu-isu rakyat di lapangan, yang belum didedahkan secara menyeluruh oleh media.

Saya dan wartawan Arif Atan tiba agak lewat di lokasi, Pasti Nurul Hannani, Jalan Kuhara. (Rupanya Pasti di Tawau -- antara yang terbaik pengurusannya di Malaysia -- mendapat sambutan hebat ibu bapa, termasuk keluarga penyokong dan pemimpin Umno).  Pengarang Berita, Wan Nordin Wan Yaacob sampai lebih awal. Majlis jamuan dan meraikan bekas tahanan ISA, bertempat sudah bermula.

Saya terpaksa berhati-hati menuruni cerun di jalan masuk depan Pasti.  Dua anak muda dengan sopan cuba memapah saya. Terasa macam orang tua kurang upaya!

Bekas tahanan dua kali dikurung di Kamunting, Ustaz Nazri Dollah, baru memulakan ucapan, menekankan teladan unggul Rasulullah s.a.w. Saya perlu meredakan kepenatan di barisan kerusi paling belakang sebelum bersama Nazri dan Mohamad di atas pentas,

Wajah jernih anak-anak kecil yang pernah berkunjung ke Pejabat Harakah menggamit perhatian saya. Begitu juga para isteri yang dulunya berwajah suram. Sekilas, saya dapat mengesan mereka kini dalam mood berbeda. Alhamdulillah.

Memang kunjungan kali ini bukan lagi waktu untuk berduka atau bercerita kisah sedih. Sebaliknya tanda simbolik menguburkan akta rimba penuh kezaliman yang memisahkan keluarga pejuang. Dan turut mahu dibenamkan ialah ketakburan elit penguasa serta kesombongan pencacai, khususnya anggota Cawangan Khas (SB).

"Saya kira selepas ISA dimansuhkan dua tahun lalu dan semua tahanan dibebaskan minggu lepas, maka ini mungkin kunjungan terakhir ke Tawau, ditambah pula keuzuran badan," ujar saya dalam mukadimah forum  membariskan bekas tahanan berkongsi pengalaman.

"Rupanya, tidak. Dan saya terlewat sampai ini pun kerana terpaksa menyusun jadual melihat sendiri banyak projek sakit dan isu-isu rakyat di Tawau, seperti penyelewengan pembinaan Sekolah Menengah Titingan, dan paling mengejutkan insiden batu besar kuari meranapkan 12 rumah di Kampung Tanjung Batu Kukusan. Dahsyat sungguh!

"Insya-Allah, walaupun ISA sudah berkubur, saya dan rakan-rakan Harakah akan datang lagi ke Tawau," kata saya, disambut ketawa kecil hadirin.

Seawal pagi hujung minggu itu (walaupun sudah dianggap lewat dalam kiraan jam di Sabah) kami menjejaki projek pembinaan Sek Men Kebangsaan Titingan, Tawau, yang hampir siap dan sepatutnya sudah mula beroperasi tahun lalu.

Malam sebelumnya, kami dibawa menikmati juadah makanan laut yang segar dan enak, di sebuah restoran berdekatan, Sri Titingan, memaksa saya melanggar diet diabetis, jantung dan kegagalan buah pinggang.

Saya perhatikan kawasan sekolah dipagar sepenuhnya. Kami ditemani Timbalan Pesuruhjaya PAS Sabah, juga Yang Dipertua PAS Kalabakan, Ahmad Dullah. Ahmad yang murah dengan senyuman dan kerap berjenaka itu seperti keberatan membenarkan saya menyelit melalui "lorong tikus". Saya terpaksa mengempiskan perut dan menahan nafas untuk meloloskan diri.

"Dah jauh ke sini, haji, takkan tersekat nak masuk ke dalam, kot," saya bersuara perlahan, ketawa kecil, sambil bertongkat mengimbangi badan agar tidak tersepit. Saya lebih risaukan benda-benda tajam yang boleh melukakan dan berisiko tinggi kepada pengidap diabetik.

Memang mengejutkan. Bangunan sekolah yang menelan kos RM40 juta itu boleh dikatakan siap sepenuhnya tetapi kini terbiar sepi. Lalang hampir separas pinggang.

Banyak peralatan, termasuk pendingin hawa telah dicuri. Hatta pintu dewan besar pun tanggal, lesap. Apatah lagi jeriji besi yang boleh dijual di pasaran gelap dengan mudah.

Pelik bin ajaib juga memikirkan punca masalah bagaimana bangunan sekolah yang siap tidak dapat dimanfaatkan. (Tapi, bukankah tiada yang aneh di negara tercinta ini, segalanya serba mungkin dan tiada yang mustahil, 'kan?)

(Gambar:Tersepit semasa menyelit melalui "lorong tikus" untuk meninjau pembinaan sekolah menengah titingan, tawau, yang menyimpan penuh misteri ... Sekolah ini sepatutnya sudah boleh digunakan tahun lepas tetapi kini naik semak samun dan dipagar rapat.)

Difahamkan tiada jalan masuk ke sekolah baru ini. Soalnya, bagaimana projek boleh diluluskan tanpa dibereskan kemudahan paling asas terlebih dahulu? Mungkinkah -- untuk kesekian kali -- rasuah atau elemen seumpamanya. sepertimana pernah menyebabkan banyak lagi projek sebelum ini terbengkalai atau roboh kemudiannya, terutama di bawah Kementerian Pendidikan?

Soalan-soalan itu sebenarnya tidak lagi menimbulkan tandatanya, malah sudah ada jawapan "sejak azali" lagi! Ya, pemerintahan Umno-BN tidak dapat dicerai-tanggal daripada korupsi, kronisme, salahguna kuasa atau sekurang-kurangnya pembaziran melampau.

Lebih aneh lagi apabila khabarnya Putrajaya telah dimaklumkan bahawa pelajar-pelajar sudah berpindah ke sekolah baru itu.

Belum lega dengan kejutan itu, kami dibawa ke sekolah tumpang, di kawasan setinggan berhampiran, yang terpaksa menampung pelajar sekolah terbengkalai tersebut. Melihat situasi di sekeliling, saya dapat membayangkan risiko tinggi yang menunggu, antaranya banjir dan kebakaran.

Sementara menunggu hidangan juadah nasi Arab di majlis meraikan bekas tahanan ISA, seorang guru membisikkan kepada saya: "Bukan hanya sekolah Titingan yang terbengkalai, banyak lagi projek sakit di Tawau ini." Dia menyebut nama dua sekolah menengah itu, Kubota dan Kinabutan, yang kemudiannya kami lawati esok hari, bersama Mohamad Husain.

Secara peribadi saya tidak begitu kaget dengan perkampungan setinggan atau penempatan di atas air di Tawau. Semasa di Sandakan beberapa bulan lalu, saya perhatikan situasi di sana lebih sesak dan menyedihkan. Begitu juga dengan keadaan anak-anak kecil yang berkeliaran di pasar.

Saya lebih terdorong dan rasa bertanggungjawab untuk mengangkat isu kuari di Kampung Kukusan.
Melihat sendiri bongkah batu sebesar rumah, yang meranapkan 12 kediaman, cukup menggerunkan.

Berdepan "lembaga" batu sebesar itu, yang jatuh bagaikan peluru selepas puncak bukit diletupkan, pada April 2013, saya bukan saja terkejut tetapi sekali gus api kemarahan memuncak.


Bukankah aktiviti pengkuarian terpaksa melalui prosedur yang cukup ketat, khususnya daripada Jabatan Alam Sekitar, yang memerlukan laporan EIA dan persiapan kawalan risiko kecemasan yang diluluskan Jabatan Bomba dan Penyelamat serta pihak polis?

Bukan saja impak gegaran, bau, bunyi bising dan habuk yang diambil berat, malah prioriti paling atas adalah aspek keselamatan, bukan hanya terhad kepada manusia tetapi juga binatang.

(Gambar:Nah! Inilah bongkah batu yang mengelongsor jatuh dari atas bukit di Kg Kukusan, Tawau, menghempap 11 rumah ...)

Difahamkan kawasan kuari juga hendaklah dilanskap dengan tumbungan rendang yang dapat menghalang pandangan visual penduduk terdekat. Selain itu, operasi kuari hendaklah dihentikan serta merta jika terdapat sebarang aduan pencemarfan atau gegaran atau batu terbang (flyrock) daripada penduduk sekitar.
Dan sebagai rakyat biasa, saya rasa terhina dengan sikap rakus dan memandang rendah keselamatan orang awam, konspirasi ahli perniagaan tamak bersama elit pemerintah takbur.
Sama sekali anda tidak boleh mempercayainya apabila letupan kuari sedahsyat itu, yang memuntahkan bongkah batu pejal yang masih tersergam, namun ia masih belum berjaya menghentikan operasinya.

"Inilah bukti kerja jahat kapitalis rakus yang mahu mengorek segala khazanah bumi tanpa menghiraukan keselamatan orang awam," Arif Atan meluahkan rasa hati semasa kami masih berkereta menuju jalan masuk ke Kg Kukusan atau lebih popular dengan sebutan Besi Buruk.

(gambar:Kg Kukusan, Tawau, 19 Januari 2013, projek peletupan batu kuari yang langsung tidak mengendahkan keselamatan orang kampung .. 11 rumah hancur dilenyek batu sebesar itu ... Dan lebih mengejutkan semasa saya berkunjung ke lokasi, masih ada gegaran kuat daripada pemecahan batu di atas bukit sana ...)

"Rasuah dan korupsi akan menghanguskan segalanya," pintas saya. "Dan inilah peranan media bebas seperti Harakah. Kita harus turun selalu ke Sabah. Banyak cerita misteri yang belum kita borek tersimpan di sini," saya seakan berkhutbah.

Dari bawah, saya mendengar dengan jelas gegaran di atas bukit, dan melihat kilauan pancaran cahaya daripada mesin pengorek yang terus digerakkan.

Malah, seorang wanita, penduduk kampung, menunjukkan salinan pemberitahuan, bertarikh 20 Januari 2014, daripada pengurusan Kukusan Kuari Tawau bahawa "peletupan bom batu" akan dijalankan pada jam 1.30 petang, 21 Januari.

Petaka apa yang masih ditunggu, bukan saja untuk menghentikan serta merta operasi kuari itu, tetapi juga untuk membentuk satu siasatan terperinci bagi mengenal pasti akar kepada kejadian ngeri yang masih menghantui penduduk itu?

Selama tiga hari di Tawau, saya cukup terkesan dengan personaliti hebat rakan-rakan PAS, tidak terkecuali Muslimat, yang banyak membantu dan ringan tulang, termasuk bersama isteri saya, Siti Hawa Samsam menyediakan juadah nasi Arab untuk jamuan meraikan bekas tahanan ISA.

Dan saya tentu sekali tidak dapat melupakan sosok tubuh "Uncle Jefferey", 68, atau nama sebenar Kideng ak Benang, seorang lelaki Iban yang tabah dan cekal. Ungkapan kata yang dituturkannya cukup menarik dan membekas. Beliau bijak menyusun madah dan mampu membangkitkan semangat.

Bertemu mata dengannya, mencuri masa kerja beliau sebagai pengawal keselamatan selepas dipaksa meninggalkan kerjaya sebagai petani berjaya, dan berbicara tentang kemusnahan kawasan bercucuk tanam  dan penempatan yang diterokainya sejak 1978, begitu menyentuh hati.

Satu lagi testimoni tentang kerakusan pemerintah merampas tanah yang diusahakan titik peluh rakyat. Saya rasa terkilan kerana tidak sempat mengunjungi kampungnya bagi menyaksikan sendiri proses kezaliman yang tidak pernah terhenti.

"Bukankah pelik apabila kita, manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling indah telah diusir lebih hina berbanding binatang.

"Saya sendiri pernah katakan kepada pihak perhutanan Sabah, gajah, dan binatang liar dalam hutan kamu jaga, pelihara. Sedangkan manusia seperti kami dan sama seperti kamu juga, ciptaan Tuhan yang begitu indah, tapi tidak difikirkan hak sesama manusia, diusir tanpa memberi pilihan," ujarnya lembut tetapi nampak tegas.

Jefferey seterusnya menceritakan perancangan beliau dan rakan-rakannya untuk kembali ke kawasan penempatan mereka yang telah dimusnah dan dirampas: ""Kami akan kembali ke sana 10 April ini. Setiap tahun sejak empat tahun lalu kami berdoa di sana.

"Saya minta kepada Tuhan supaya Tuhan memberi kebijaksanaan, melembutkan hati mereka agar mengembalikan hak rakyat yang mereka rampas. Langkah saya tidak terhenti begitu saja. Setiap tahun kami berdoa begitu. Perjuangan kami belum selesai," tambahnya penuh yakin. Benar, saya tidak perlu menunggu lama untuk mengkagumi watak lelaki ini.

Ikuti kisah menarik Jefferey, bekas ketua cawangan Umno dan seorang yang boleh dianggap bertaraf paderi, juga pelanggan tetap Harakah yang tidak pernah absen mengikuti ruangan kuliah Tok Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat dan Tok Guru Abdul Hadi Awang, dalam Harakah akan datang.

Continue reading →

Monday, December 8, 2014

Berita Terkini (Malaysia): Berita Terkini 02 December 2014 - Blog Makanan di Selangor

Berita Terkini (Malaysia): Berita Terkini 02 December 2014 - Blog Makanan di Selangor


Berita Terkini (Malaysia): Berita Terkini 02 December 2014

Posted: 01 Dec 2014 08:00 AM PST

KUALA LUMPUR — Perhimpunan Agung Umno 2014, berakhir dengan mesej tegas dan lantang Presiden Umno bahawa hak keistimewaan orang Melayu, Raja dan agama Islam yang termaktub dalam perlembagaan negara, tidak boleh dipertikaikan lagi. Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak berkata seluruh rakyat Malaysia perlu berhenti berbalah mengenai perkara berkenaan, sebaliknya memberi tumpuan penuh kepada usaha memajukan negara. "Kebebasan pun ada had. Kebebasan bukan mutlak. Tak boleh hina agama Islam, tak boleh cabar hak istimewa Melayu, tak boleh persoal sistem Raja-Raja Melayu, askar Melayu dan kita jaga kepentingan kaum lain. "Jadi, amanlah kita. Asyik berbalah memanjang…kerja lain tak jadi. Saya nak kita memberi fokus bahawa kita majukan negara Malaysia tercinta ini. Kita nak bawa Malaysia ke depan. (Bukan) asyik berbalah saja," katanya dalam ucapan penggulungan perhimpunan itu di Pusat Dagangan Dunia Putra di sini hari ini. Ketegasan Perdana Menteri itu disambut sorakan dan tepukan gemuruh lebih 2,700 perwakilan yang berada di Dewan Merdeka, malahan mereka yang mengikuti ucapan itu di luar dewan. Najib berkata atas rasa tanggungjawab bagi mengekalkan keamanan dan keharmonian negara serta menangani tindakan pihak tertentu yang mempertikaikan perlembagaan negara, maka Akta Hasutan 1948 dikekalkan. "Orang kata Akta Hasutan tak demokratik, akhbar antarabangsa serang saya. (Tuduh) saya mungkir janji, guna kekerasan. "Saya nak beritahu, tanggungjawab saya sebagai perdana menteri jaga keamanan dan keselamatan dalam negara kita," kata Najib, yang mengumumkan pengekalan Akta Hasutan 1948 semasa menyampaikan Ucapan Dasar Presiden pada Khamis. Menyorot kembali bagaimana Malaysia mencapai kemerdekaan, mengecapi keamanan dan keharmonian rakyat pelbagai kaum dan agama, beliau menekankan bahawa konsep solidariti adalah asas kejayaan itu. Najib turut menjelaskan bahawa solidariti yang beliau tegaskan semasa menyampaikan Ucapan Dasar Presiden dan telah menjadi antara topik perbahasan Perhimpunan Agung Umno kali ini bermaksud: 'bersatu dalam satu angkatan yang kukuh dan padu'. Sambil menunjukkan salinan akhbar terbitan 1 Sept 1957, Najib berpendapat kata-kata Perdana Menteri pertama Almarhum Tunku Abdul Rahman: "Look at the past with gratitude, look to the future with confidence" (Lihat masa lalu dengan rasa terhutang budi, lihat kepada masa depan dengan keyakinan), masih relevan diguna pakai pada hari ini. Kata Najib, keyakinan itu sebenarnya dibentuk hasil daripada perjuangan parti keramat Umno sejak sebelum merdeka sehinggalah ke hari ini. Bagaimanapun, Perdana Menteri turut menarik perhatian perwakilan akan peri pentingnya Umno dan Barisan Nasional (BN) terus meraih sokongan kaum lain. Katanya, tidak mungkin pemimpin negara terdahulu menubuhkan Parti Perikatan yang mewakili tiga kaum terbesar di negara ini, yang seterusnya dijenamakan semula sebagai BN, jika ia tidak memberi faedah kepada orang Melayu. "Sebab itulah penting bagi kita jaga BN, tapi tidaklah sampai mengorbankan prinsip-prinsip yang dekat di hati orang Melayu. "Orang kata Melayu adil, tegas, kontrak sosial dan sebagainya itu kenapa? Sebab kita bukan hanya nak tengok soal pilihan raya, tapi nak bina sebuah negara Malaysia, negara bangsa yang berjaya," katanya. Dalam pada itu, Najib turut menempelak pakatan pembangkang yang disifatkan sebagai ibu segala rasuah kerana cuba menawarkan sejumlah wang yang besar kepada seorang pemimpin Umno untuk membawa Anggota Parlimen BN menyertai pembangkang pada 2008. Perdana Menteri turut menyelar amalan nepotisme pihak pembangkang yang 'mengorbankan' anggotanya yang tidak bersalah semata-mata untuk memberi laluan kepada orang lain untuk memegang jawatan. "(Pembangkang) boleh pula suruh wakil rakyat (mereka) letak jawatan (sebab) isteri nak bertanding. Suruh menteri besar (MB) yang tak ada kesalahan letak jawatan sebab isteri nak jadi MB. "Inilah nepotisme terbesar. Kenapa kita tak persalahkan dia. Seranglah pembangkang," tegasnya. Menyentuh isu peremajaan yang hangat dibahaskan perwakilan pada perhimpunan agung tahun ini, Najib mengingatkan 3.47 juta anggota parti itu bahawa Umno perlu menyusun strategi terbaiknya dalam merealisasikan agenda pengkaderan parti. Menyedari 'kedinginan' antara segelintir pemimpin lama dan baharu yang wujud sejak dahulu, beliau sekali lagi menegaskan kepentingan seluruh generasi dalam Umno bekerjasama dalam satu haluan. "Kalau kita dok kerling belakang kita dan rasa ada orang nak serang kita, sampai bila pun tak akan wujud solidariti. Tapi, dalam masa itu, mana yang patut..(kita) berilah peluang," kata Najib. Bagaimanapun, katanya, peluang itu hanya akan diberikan kepada orang muda yang benar-benar layak dan menepati ciri-ciri Jil Umno yang telah digariskan. Najib berkata apa yang penting adalah setiap anggota parti itu perlu meremajakan semula roh perjuangan Umno dalam diri masing-masing. — BERNAMA

Continue reading →

Saturday, December 6, 2014

bak kut teh, makanan tradisional - Blog - Blog Makanan di Selangor - Blog Makanan di Selangor

bak kut teh, <b>makanan tradisional</b> - Blog - Blog Makanan di <b>Selangor</b> - Blog Makanan di Selangor


bak kut teh, <b>makanan tradisional</b> - Blog - Blog Makanan di <b>Selangor</b>

Posted: 29 Nov 2014 11:48 PM PST

Selama ini perjalanan kami ke Malaysia selalu didominasi oleh penelusuran tentang seluk beluk kehidupan metropolitan di Kuala Lumpur. Tanpa sengaja, ternyata Anda sudah sering keluar masuk "negeri" lain, yaitu Selangor. Namun kita tetap merasa masih di KL saja dan jarang mengingat Selangor. Padahal Selangor memiliki unsur-unsur kepariwisataan sendiri yang tidak kalah menarik dengan ibu kota negara itu. Bedanya, bila KL dikenal sebagai kota perdagangan, maka Selangor memposisikan diri sebagai kota industri. Termasuk industri kerajinan tangan (kraf) yang tetap dipertahankan untuk melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkaya warna kepariwisataan di negeri ini.

Bila boleh diumpamakan, hubungan Selangor dengan Kuala Lumpur adalah ibarat Deli Serdang yang mengelilingi Kota Medan. Secara guyon, orang Selangor mengatakan bahwa Kuala Lumpur hanyalah kota yang menumpang di Selangor. Memang, Bandara KLIA, distrik pemerintahan pusat yang baru Putrajaya dan sirkuit internasional Sepang semuanya berada di wilayah Selangor. Bahkan untuk mendapatkan izin Sultan Selangor, pembangunan Putrajaya telah dilakukan dengan satu syarat, bahwa pemerintah serikat bersedia membangun satu istana sultan di jantung kota itu.

Dari tanggal 2-4 September 2013 lalu, kami diundang oleh Tourism Negeri Selangor untuk melakukan eksplorasi industri kraf di berbagai tempat di negeri itu. Kegiatan ini disebut dengan "Kembara Kraf Negeri Selangor 2013", sebuah program annual yang telah dimulai setahun sebelumnya. Mereka menilai bahwa industri ringan (rumahan) perlu mendapat promosi yang sepadan untuk menjadikan hasil-hasil kebudayaan masyarakat dapat eksis di tengah industri berat yang sudah mapan. Oleh sebab itu, industri kraf telah disokong oleh berbagai dinas, seperti dinas pertanian, dinas pariwisata dan dinas perdagangan.

Berbeda dengan kawasan industri berat yang umumnya berpusat pada suatu kompleks industri, kekayaan industri kraf di Selangor tinggal terpencar-pencar di rumah-rumah penduduk atau workshop yang berlokasi di desa-desa. Mereka berkembang sebagai tradisi dan warisan keluarga, dengan sifatnya yang sangat terikat dengan lingkungannya, karena lingkungan tertentu menyediakan bahan murah tertentu yang mereka perlukan. Karena itu, untuk mengunjungi tempat-tempat industri di Negeri Selangor yang luas, para peserta program ini harus melakukan perjalanan yang cukup jauh dari satu tempat ke tempat berikutnya. Itu pula yang menjadi asas penamaan kegiatan ini dengan "pengembaraan" (kembara).

Asramael Craft Enterprise

Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi Asramael Craft, yaitu industri kerajinan tangan ukiran ulu pedang yang dikelola oleh Encik Ismail B. Ahmad. Lokasinya berada di kawasan Taman Pendamaran Permai, Port Klang Selangor, Darul Ehsan. Di sini, kami diperlihatkan dengan keterampilan tradisional yang dimiliki Ismail dalam mengukir berbagai jenis kayu, kemudian dijadikan sebagai ulu (sarung) parang melayu.

Parang-Melayu

Beberapa jenis hulu pedang melayu dari kayu.

Ismail menciptakan motif-motif ulu parang melayu dengan memanfaatkan tradisi leluhurnya, dikombinasi dengan inovasinya sendiri sehingga membentuk aneka citarasa sarung pedang sebagai suvenir atau koleksi bagi yang meminatnya. Sebagian ulu pedang itu juga dapat digunakan secara fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.

Sarung-sarung pedang itu dibuat dari berbagai macam kayu lokal seperti kemuning, kayu arang, rengas, cendana, ru, kopi dan berbagai jenis lain. Konon, yang paling kuat dan mahal adalah kayu berlian dan kayu ciku. Ciri kayu-kayu yang bagus ini adalah motif alamiahnya yang cantik, kuat dan kasar teksturnya.

Cipta Edar Dho Sdn Bhd

rehal-1

Encik Zaimy memamerkan koleksi rehalnya.

Masih menggunakan bahan kayu, tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Cipta Edar Dho Sdn Bhd di Batu 13, Puchong. Kerajinan ini memanfaatkan kayu untuk menciptakan rehal, semacam meja kecil untuk tempat meletakkan Al-Quran. Aneka bentuk dan motif rehal ini dikerjakan oleh Encik Zaimy Darus. Bagi yang beragama Islam, tentulah barang ini tak asing lagi. Ketika seseorang membaca Al-Quran sambil duduk bersila di lantai, maka rehal diperlukan sebagai alas kitab suci tersebut.

Terkesan sepele, namun tidak bagi Encik Zaimy. Ia memproduksi 3.000 unit rehal per bulan. Pesanannya beredar hingga Amerika, Inggris, Australia dan Brunai.

Mahkota Songket

Pada hari kedua, perjalanan selanjutnya menuju Mahkota Songket yang beralamat di No. 60, Jalan Ragbi 13/30, Seksyen 13, 40100, Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Di sana, Puan Zaleena telah menunggu kami untuk memamerkan aneka songket selangor yang dikoleksinya. Ia tidak hanya menunjukkan tenunan songket yang telah jadi, tetapi juga menyediakan atraksi pembuatan songket secara langsung oleh para ahlinya.

songket

Seorang penenun mengerjakan songket di bengkel kerja terbuka milik usaha kerajinan Mahkota Songket.

Satu songket selangor bisa memakan waktu pembuatan hingga satu bulan lamanya. Biasanya songket ini dipakai oleh wanita Melayu pada acara-acara yang khusus, terutama bila ada hajatan tradisional. Bila dicermati, songket selangor masih memiliki motif yang berkaitan dengan songket palembang, di mana motif pucuk rebung dan flora mendominasi aksennya. Koleksi songket ini dikombinasi dengan pakaian laki-laki Melayu, yaitu teluk belanga.

Paulini Nusantara Sdn Bhd

Tidak kalah menarik adalah kunjungan ke Paulini Nusantara, sebuah usaha kerajinan perak yang dikelola oleh Puan Lini di No. 20 Jalan Penyair U 1/44, Tamasya Industrial Park, Shah Alam, Selangor. Di sini kita dapat menyaksikan koleksi perak dengan aneka disain yang sangat halus dan elegan. Di samping itu, Puan Lini juga menyediakan workshop yang dapat diakese langsung oleh para pengunjung sehingga proses pembuatan hiasan perak itu dapat dipelajari, mulai dari peleburan perak, pembuatan cetakan, hingga proses penghalusan.

paulini

Pengrajin di Paulini Nusantara menunjukkan kebolehannya kepada pengunjung.

Selain untuk perhiasan kalung, gelang, anting dan pin, Puan Lini juga mengkombinasikan kerajinan perak ini dengan berbagai keperluan yang berkaitan dengan tas tangan, topi, dompet, plakat, dan sebagainya.

paulini-1

Tentu saja, koleksi kerajinan tangan dari perak ini memberikan pilihan yang banyak untuk dijadikan sebagai hadiah bagi seseorang, karena selain bernilai hand made, produk mereka cocok dipakai untuk kepentingan fashion.

paulini-2

Perpaduan antara kain tenun dan aksesori perak.

Attitude Planet Art (APA)

Lokasinya cukup terpencil, yaitu di kawasan pedesaan, persisnya di Pusat Inkubator, Batu 18, Hulu Langat. Di sini kami menyaksikan Encik Fauzi AB. Majid mendemonstrasikan kebolehannya membuat aneka suvenir dan hiasan dengan menggunakan hasil-hasil pertanian yang tak lagi digunakan. Kerajinan ini memberikan kesempatan bagi para petani untuk memberikan nilai tambah kepada sisa hasil pertaniannya atau berbagai bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungannya.

apa

Dia bukan hanya menunjukkan kemampuannya, tapi juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk belajar langsung di tempat hingga bisa membuat satu benda untuk dibawa pulang oleh masing-masing. Ternyata hasil-hasil pertanian dapat dibuat menjadi aneka bentuk kerajinan sesuai imajinasi kita sendiri. Dan akhirnya sejumlah peserta mendapat buah tangan untuk dibawa pulang, dari hasil kerja tangan sendiri.

apa-1

Tapi yang paling tak mampu terlupakan adalah ketika tuan rumah menjamu kami dengan aneka sajian tradisional melayu, berhubung suasana Lebaran masih tersisa. Salah satu yang spesial adalah tempoyak (gulai yang terbuat dari durian), yang dimasak oleh seorang warga keturunan Jawa. Di desa ini memang terdapat pemukiman Jawa, Kerinci dan Mandailing. Mereka membawa tradisi masakannya ke Selangor dan diadopsi menjadi jajaran masakan tradisional mereka di sana.Pemerintah setempat pun membinanya dan dijadikan sebagai salah satu aspek pariwisata di bidang kuliner.

apa-2

Tempoyak, salah satu makanan tradisional yang sudah mulai langka. Perwujudannya berada di antara sayur dan lauk yang bahan utamanya terbuat dari durian.

Menyantap masakan-masakan lezat dan spicy ini, kami tidak dibenarkan memakai sendok. "Ini cara Melayu, cara orang kampung, jadi kita harus pakai tangan," ajak tuan rumah sambil menyilakan rombongan kami santap siang dan menutupnya dengan pesta makan buah tropis seperti langsat, rambutan, pisang, manggis, nenas, dan sebagainya.

apa-3

Encik Fauzi mendemonstrasikan pembuatan salah satu kerajinan berasaskan hasil pertanian kepada peserta Kembara Kraf Negeri Selangor 2013.

Ketemu Rezeki Maju

Perjalanan selanjutnya terasa cukup panjang. Kami memerlukan sekitar 5 jam untuk mencapai kawasan Sepang untuk melewati malam di Golden Palm Tree Resort, sebuah kawasan resort terpadu yang berlokasi di atas permukaan laut. Puas menikmati fasilitas bintang lima ini, keesokan harinya kami menuju industri rumah tangga milik Puan Hajjah Zarina. Dapur keripik milik Puan Hajjah Zarina tergolong sederhana saja, tapi mereka memproduksi keripik ubi yang sangat crispy dengan kemasan yang baik. Sebagian keripik ini diekspor ke luar negeri, termasuk ke Australia.

keripik

Seorang pekerja asal Jawa sedang mengupas ubi untuk selanjutnya diolah menjadi keripik.

Para pekerja di dapur keripik "Ketemu Rezeki Maju" ini kebanyakan perantau dari Jawa. Keterampilan membuat ubi telah mereka dapatkan sebelumnya di kampung halamannya, tapi dengan manajemen dan pengolahan yang lebih baik, mereka memilih bekerja di Malaysia. Ubi adalah bahan yang mudah tumbuh di Asia Tenggara dan dapat diolah menjadi berbagai macam kebutuhan yang bernilai tinggi. Selain menjadi bahan dasar pembuatan tepung tapioka, keripik ubi juga telah dikenal lama oleh masyarakat Melayu sebagai kudapan yang menyenangkan.

keripik-1

Pak Lang Ngah Kraf

Masih di kawasan Sepang, selepas makan siang yang hangat di Banghuris Homestay, Kampung Hulu Chucoh, kami tiba di Pak Lang Ngah Kraf. Pemiliknya adalah Pak Lang Ngah sendiri. Ia membuat kerajinan yang berbahan dasar kelapa, mulai dari pohon, bunga dan buahnya. Kebetulan workshop-nya memang tidak jauh dari lokasi pantai yang ditandai dengan banyaknya pohon kelapa.

ngah

Display produk kerajinan Pak Ngah.

Dari bagian-bagian pohon kelapa, Pak Ngah menciptakan benda-benda unik untuk berbagai keperluan, mulai dari dolanan anak hingga peralatan rumah tangga. Di antaranya adalah sarang lampu dari batok kelapa, sendok nasi, hiasan, helmet dan berbagai aksesoris.

ngah-1

Dengan berakhirnya kunjungan ke Pak Lang Ngah, maka berakhir pulalah program Kembara Kraf Selangor 2013.

ngah-2

Pak Ngah menunjukkan cara penggunaan lampu kelapa hasil buatannya.

Menurut Assistant Director di Selangor State Secretary Office, Puan Farah Liyana, program Kembara Kraf Selangor yang diadakan sebagai agenda tetap tahunan merupakan upaya terus menerus Pemerintah Negeri Selangor  untuk mempromosikan  industri-industri kerajinan yang masih mempertahankan ciri khas daerahnya. "Ini merupakan langkah untuk memberikan stimulasi kepada para pelaku kraf, khususnya yang masih berkaitan dengan tradisi lokal di Selangor Darul Ehsan. Kerajaan memberikan dukungan penuh kepada para pembuat kraf karena mereka juga dapat memberikan sentuhan yang berbeda kepada industri pariwisata. Dengan program ini, kami berharap tradisi kami dapat bertahan dan eksis di antara industri yang lain," kata Farah.

farah

Puan Farah Liyana memberikan keterangan pers mengenai program Pemerintah Selangor dalam upaya melindungi dan mempromosikan industri kraf berbasis budaya di Negeri Selangor Darul Ehsan.

Meskipun berdekatan dan berbatasan langsung hampir 360 derajat, Negeri Selangor memang menyimpan sumber daya alam yang berbeda dengan Kuala Lumpur. Selangor memiliki keunggulan sumber daya alam perkampungan di pedalaman dan pesisir, dan di setiap kawasan itu berkembang tradisi yang khas karena adaptasi penduduk dengan lingkungannya. Dan salah satu tradisi yang berkembang adalah kemampuan mereka untuk menciptakan kerajinan yang khas sesuai dengan ketersediaan bahan baku di sekitarnya.

Meskipun demikian, Shah Alam sebagai ibukota Selangor juga berkembang dengan arah budaya kotanya. Sejumlah tujuan wisata moderen tumbuh di berbagai sudut kota itu. Salah satu yang terbaru adalah kompleks I-City yang menyediakan aneka kegiatan, koleksi, permainan, museum dan taman yang menghibur keluarga di dalam satu kompleks terpadu.

Selamat datang di Selangor Darul Ehsan!

(Tikwan Raya Siregar)

Continue reading →